Newyear 20id 20banner

Peribahasa yang menggunakan kata ‘air’

Berdasarkan data dari Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 5, terdapat lebih dari 60 peribahasa yang menggunakan kata ‘air’. Hal ini menunjukkan peran penting kata ‘air’ di masyarakat Indonesia. Di artikel pertama ini, disajikan 20 peribahasa yang menggunakan kata ‘air’, disertai makna dan catatan tambahan untuk beberapa kata. 

1. air beriak tanda tak dalam 
= orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya), biasanya kurang ilmunya

2. air besar batu bersibak 
= persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan [catatan: kata ‘sibak’ berarti ‘cerai; pisah; belah’]

3. air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga 
= biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya [catatan: kata ‘pelimbahan’ berarti ‘tempat rendah atau lubang yang sengaja digali untuk tempat membuang air kotor dan sebagainya’]

4. air di daun keladi (daun keladi dimandikan) 
= sukar diajar atau dinasihati [catatan: daun keladi biasanya licin karena mengandung lapisan lilin; semua bagian keladi beracun sehingga tidak boleh dikonsumsi]

5. air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam 
= tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya) [catatan: sekam adalah kulit padi]

6. air jernih ikannya jinak 
= negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya

7. air lalu berkubak tohor 
= uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dan sebagainya [catatan: kata ‘tohor’ berarti ‘dangkal; habis’]

8. air susu dibalas dengan air tuba 
= perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat [catatan: tuba adalah nama tumbuhan yang akarnya beracun dan biasanya digunakan untuk membuat racun ikan]

9. air tenang menghanyutkan 
= orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya

10. arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih 
= tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

11. bagai garam jatuh ke air 
= nasihat dan sebagainya yang mudah diterima

12. bagai kambing dibawa ke air 
= enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan

13. bagai air di daun talas 
= selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian) [catatan: daun talas berbentuk perisai dan cukup besar, sehingga dapat digunakan sebagai pelindung kepala saat hujan]

14. bagai geluk tinggal di air 
= orang yang hanya menunggu bantuan orang lain [catatan: kata ‘geluk’ berarti ‘tempurung; timba’]

15. bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang 
= sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa [catatan: kiambang adalah tumbuhan yang mengapung di air dan biasanya ditemukan di rawa-rawa atau kolam ikan; kata ‘pelak’ berarti ‘panas; gerah’]

16. becermin di air keruh 
= mencontoh perbuatan yang kurang baik

17. berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali 
= penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan) [catatan: kata ‘sesayat’ berarti ‘seiris tipis’. Kata ‘berpaut’ berarti ‘terikat; melilit’]

18. bermain air basah, bermain api lecur 
= tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya [catatan: kata ‘lecur’ berkaitan dengan kata ‘melecur’ yang berarti ‘membengkak berair karena terbakar; melepuh’]

19. bondong air bondong ikan 
= gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin) [catatan: kata ‘bondong’ berarti ‘kelompok; gugus; kumpulan’]

20. di mana ranting dipatah, di situ air disauk 
= setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya [catatan: sauk adalah alat yang dipakai untuk mencedok atau menimba, seperti gayung dan sendok kuah]

The opinions and other information contained in OxfordWords blog posts and comments do not necessarily reflect the opinions or positions of Oxford University Press.

Powered by Oxford