Ama3

Homonim, Homofon, dan Homograf dalam Bahasa Indonesia

Pernahkah Anda menemukan kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki tulisan yang sama sedangkan makna dari kata-kata tersebut sangatlah berbeda? Dalam kajian ilmu bahasa, hal ini merupakan salah satu dari relasi leksikal yang sering dijumpai di berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Dalam tulisan ini, dijelaskan pengertian dan contoh dari tiga relasi leksikal utama, yaitu homonim, homofon, dan homograf.


Homonim

Homonim merujuk pada relasi leksikal antara kata-kata yang memiliki penulisan dan pelafalan yang sama, namun makna dari kata-kata tersebut berbeda dan tidak berhubungan. Berikut ini beberapa contoh homonim dalam bahasa Indonesia.

  • bisa bermakna ‘mampu’ dan ‘racun binatang’.
  • buku bermakna ‘kertas yang dijilid’ dan ‘ruas’.
  • hak bermakna ‘bagian sepatu’ dan ‘kewenangan’.
  • malam bermakna ‘waktu setelah matahari terbenam’ dan ‘lilin untuk membatik’.


Homofon

Homofon merujuk pada relasi leksikal antara kata-kata yang memiliki pelafalan yang sama, namun penulisan dan makna dari kata-kata tersebut berbeda. Secara umum, tidak ada kata yang murni homofon dalam bahasa Indonesia, karena pelafalan kata cenderung sama dengan penulisannya. Berikut ini beberapa contoh kata dalam bahasa Indonesia yang mendekati konsep homofon.

  • masa          : jangka waktu
  • massa        : sekumpulan orang
  • sangsi        : keraguan
  • sanksi        : hukuman
  • syarat        : ketentuan
  • sarat          : penuh


Homograf

Homograf merujuk pada relasi leksikal antara kata-kata yang memiliki penulisan yang sama, namun pelafalan dan makna dari kata-kata tersebut berbeda. Dalam bahasa Indonesia, homograf dapat ditemukan pada kata yang memiliki huruf vokal e. Huruf vokal e disebut e taling dalam kata: becak dan lempar. Huruf vokal disebut e pepet dalam kata embun dan jenis. Berikut ini beberapa contoh homograf dalam bahasa Indonesia.

Kata
Makna dengan bunyi e taling
(contoh: becak dan lempar)
Makna dengan bunyi e pepet
(contoh: embun dan jenis)
kecap
'saos olahan kedelai berwarna hitam’'mengunyah'
mental
'kekuatan jiwa''terpelanting'
per
'pegas''pembagian'
seri
'rangkaian yang berturut-turut''seimbang'


Kontributor: Mahbub Arham Arrozy


Opini dan informasi lain yang ada di dalam kiriman dan komentar di blog OxfordWords tidak mencerminkan opini atau pendapat Oxford University Press.

Didukung oleh Oxford