Question wide

TOLONG DAN BANTU

Kamus mencatat kedua kata ini, <tolong> dan <bantu>, sebagai kata yang bersinonim. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat (2008) memaparkan <bantu> (hlm. 137) sama dengan <tolong>, dan <tolong> (hlm. 1478) sama dengan <bantu>. Demikian pula, Kamus Indonesia-Inggris (KII) Edisi Ketiga (1992) John M. Echols dan Hassan Shadily pun menampilkan kesamaan makna <membantu> (hlm.51) dan <menolong> (hlm. 583): ‘help, aid, assist’.

Kata membantu dan menolong dapat saling menggantikan pada Bisakah membantu/menolong saya? Namun, ada makna yang khas hanya pada kata tolong, yaitu sebagai kata yang bahasa Inggrisnya ‘please’: <tolong diam> ‘please be silent’; <tolong jangan pergi> ‘please don’t go’.

Bentuk nominanya, pada KII, juga diperlakukan sebagai kata bersinonim: <pembantu> dan <penolong> sama-sama diartikan: ’helper’. Bentuk nominanya yang lain pun, <bantuan> dan <pertolongan> pada kamus itu tercatat bermakna sama: ’aid, help, assistance’.

Namun, kata <pembantu> tidak dapat menggantikan <penolong> pada <regu penolong>, <Sang Dewa Penolong>, atau <Malaikat Penolong>, <kapal penolong>. Kata <penolong> tidak dapat menggantikan <pembantu> pada <Pembantu Umum>, <[bank] kantor cabang pembantu>, atau <pembantu rumah tangga>.

Kata <pembantu> juga kurang pas jika diartikan ‘helper’, sebab ‘helper’ pada pembantu tidak terkait tindakan pada waktu tertentu. Oleh karena itu, tidak tepat apabila dipakai kata pembantu untuk menerjemahkan helper pada terima kasih karena telah menjadi pembantu saya pada tuturan yang diucapkan oleh istri pada suaminya, tak lama sesudah suaminya melakukan suatu tindakan yang diperlukan dan diharapkan oleh istrinya. Sebab, dengan menyebut pembantu, kata itu langsung mengundang pengertian yang sama dengan ‘pembantu rumah tangga” (PRT), seperti pada kami baru tidak ada pembantu. Alih-alih kata pembantu, dipakai kata penolong di situ.

Namun, pengaitan makna dengan PRT itu bisa tiada jika pembantu dikaitkan, contohnya, dengan seorang pejabat, misalnya, presiden, rektor, dekan. Makna ini tidak untuk dikaitkan dengan tindakan pada waktu tertentu, tetapi terkait pada tindakan yang merupakan kedudukan atau jabatan.  Misalnya,  pembantu pada pembantu Arroyo mundur (Arroyo adalah Presiden Filipina) bukan PRT. Untuk orang yang kedudukannya membantu Presiden digunakan sebutan pembantu (Menteri adalah pembantu Presiden, Presiden dikhianati oleh pembantu dekatnya). Pernah dipakai Pembantu Rektor sebagai sebutan bagi pejabat yang membantu atau dapat mewakili kedudukan Rektor. Berlaku juga di tingkat fakultas, ada pejabat yang menjadi Pembantu Dekan. Pembantu juga ditemukan dipakai di ketentaraan dan di film atau sinetron: Pembantu Letnan I/II, Pemeran Pembantu.

Namun, bagaimana dengan membantu dan menolong, yang dapat saling menggantikan pada Bisakah membantu/menolong saya? Membantu adalah terjun ke kegiatan yang sedang atau sudah berjalan. Menolong adalah terjun ke kegiatan yang belum ada yang memulai. Melihat anak yang tercebur ke dalam kolam renang, misalnya, kita akan bergegas menolong anak itu, bukan *membantu anak itu. Namun, kita katakan membantu ibu (memasak) di dapur, bukan *menolong. Menolong pada menolong orang sakit dapat mewujud dalam tindakan fisik. Membantu pada membantu orang sakit dapat mewujud dalam dana. Orang yang dibantu tidak mutlak memerlukan bantuan (membantu ibu mengobati orang sakit); tanpa dibantu pun, tidak apa-apa. Akan tetapi, orang yang ditolong berada dalam keadaan tak berdaya (misalnya, kewalahan melakukan sendiri): menolong ibu mengobati orang sakit. Contoh lain, saat kita dalam keadaan tak berdaya, hampir tenggelam, teriakan yang serta-merta keluar bukan *bantuuu, melainkan tolooong.


(Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, Guru Besar Ilmu Linguistik, Unika Atma Jaya, Jakarta)

Opini dan informasi lain yang ada di dalam kiriman dan komentar di blog OxfordWords tidak mencerminkan opini atau pendapat Oxford University Press.

Didukung oleh Oxford