Semicolon

Bentuk Terikat dalam Bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V)  merekam 121 lema yang tergolong bentuk terikat. KBBI mendefinisikan bentuk terikat sebagai ‘bentuk bahasa yang perlu bergabung dengan unsur lain agar dapat dipakai dengan makna yang jelas (misalnya -nya, juang). Bentuk -nya tidak pernah berdiri sendiri dan harus bergabung atau serangkai dengan unsur lain, misalnya rumahnya dan melihatnya. Demikian pula,  bentuk juang tidak pernah berdiri sendiri, pasti serangkai dengan afiks, misalnya berjuang, pejuang, atau perjuangan. Dalam kamus bentuk terikat biasanya ditandai dengan tanda hubung (-), misalnya bio-, meta-, swa-, dan infra-.

Dalam bahasa Inggris istilah bentuk terikat sepadan dengan combining  form ‘unsur gabung’ dalam Dictionary of Language Teaching and Appplied Linguistics yang disusun oleh Richard, J.C & Schmidt. Richard, J.C & Schmidt (2002: 57) mendefinisikan unsur gabung sebagai ‘unsur terikat yang dapat membentuk sebuah kata dengan menggabungkan dengan bentuk lain (astro- ‘bintang’ + -logy ‘ilmu’ = astrology ‘astrologi’), dengan kata (astr(o)- + physics ‘fisika’ = astrophysics ‘astrofisika’), atau kadang-kadang dengan afiks (astr(o)- + -al = astral ‘berkaitan dengan bintang’).

Kesalahan penulisan bentuk terikat masih sering dijumpai di masyarakat. Pada umumnya bentuk terikat ditulis secara terpisah atau diantarai oleh tanda hubung dengan unsur yang mengikutinya. Berikut ini adalah lima belas bentuk terikat yang sering ditulis dengan tidak tepat. Makna bentuk terikat bersumber dari KBBI V.

NON-

  • Bentuk non- bermakna ‘tidak; bukan; tanpa’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti nonformal, nonmigas, nonsubsidi, nonteknis, nonverbal, nonaktif, dan nonstop.

SUPER-, SUPRA-

  • Bentuk super- bermakna ‘di atas; lebih tinggi; sangat’. Bentuk-bentuk seperti super cepat, super sibuk, super mewah, super canggih, dan super ketat harus ditulis serangkai menjadi supercepat, supersibuk, supermewah, supercanggih, dan superketat. Bentuk yang maknanya mirip dengan super- adalah supra- ’di atas; di luar’, misalnya supranatural, suprastruktur, supraintensif, dan suprarasional yang juga harus ditulis serangkai.

ANTAR-

  • Bentuk antar- yang bermakna ‘dalam lingkungan atau hubungan yang satu dengan yang lain’. Bentuk ini harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Jadi, bentuk antar kota, antar warga, dan antar negara semestinya ditulis antarkota, antarwarga, dan antarnegara.

ANTI-

  • Bentuk anti- bermakna ‘melawan; menentang; memusuhi’. Bentuk ini harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Bentuk-bentuk seperti anti  malaria, anti oksidan, anti korupsi, dan anti tank harus ditulis antimalaria, antioksidan, antikorupsi, dan antitank.

SERBA-

  • Bentuk serba- bermakna ‘segala-galanya; semuanya; segala hal’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti serbaada, serbamahal, serbacanggih, serbatanggung, dan serbasalah.

MINI-

  • Bentuk mini- bermakna ‘berukuran kecil; berdimensi kecil’. Bentuk-bentuk mini bar, mini album, mini bus, mini seri, mini konser, dan mini van harus ditulis serangkai menjadi minibar, minialbum, minibus, miniseri, minikonser, dan minivan.

MIKRO-

  • Bentuk mikro- bermakna ‘1 kecil; kecil sekali; 2 membuat benda dsb yg kecil kelihatan besar; 3 seperjuta unit’. Bentuk-bentuk seperti mikro organisme, mikro kosmos, mikro bus, mikro biologi, dan mikro farad ditulis serangkai menjadi mikroorganisme, mikrokosmos, mikrobus, mikrobiologi, dan mikrofarad.

SEMI-

  • Bentuk ini bermakna ‘1 setengah; sebagian; 2 mempunyai sebagai sifat tertentu’. Bentuk-bentuk seperti semi final, semi otomatis, semi intensif, semi bugil harus ditulis serangkai menjadi semifinal, semiotomatis, semiintensif, dan semibugil.

SUB-

  • Bentuk sub- bermakna ‘bawah; agak; dekat’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti subsektor, subkelompok, subsitem, subbab, subbagian, subtema, subjudul, dan subbidang.

MAHA-

  • Bentuk ini bermakna ‘1 sangat; amat; teramat; 2 besar’. Bentuk ini, jika diikuti oleh kata dasar, ditulis serangkai, seperti mahaadil, mahakarya, mahaagung, mahakuasa, mahaperkasa, dan mahatahu. Namun, jika bentuk maha-  diikuti esa (berkaitan dengan sifat Tuhan), ditulis tidak serangkai dan tanpa tanda hubung, yaitu maha esa. Sementara itu, jika diikuti oleh bentuk derivasi, bentuk maha- ditulis tidak serangkai, misalnya maha pemurah dan maha penyayang.

MULTI-

  • Bentuk multi- bermakna ‘1 banyak; lebih dari satu; lebih dari dua; 2 berlipat ganda’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti multifungsi, multitugas, multimedia, multibahasa, multidimensi, multiguna, multietnis, multipartai, multivitamin, multitafsir, dan multibudaya.

TUNA-

  • Bentuk tuna- bermakna ‘1 luka; rusak; 2 kurang; tidak memiliki’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunasusila, tunawisma, dan tunakarya.

PRA-, PASCA-

  • Bentuk pra- bermakna ‘sebelum; di depan’. Kata yang mengikuti bentuk ini harus ditulis serangkai, seperti pramusim, prabayar, prasejahtera, pranikah, prasekolah, praperadilan, prasejarah, prakualifikasi, dan prasarana. Demikian pula, bentuk pasca- yang bermakna ‘sesudah’ harus ditulis serangkai dengan unsur lain yang mengikutinya, seperti pascapanen, pascasarjana, dan pascabayar.


See more from Pengucapan dan ejaan