Homonym

Homonim, homofon, dan homograf dalam bahasa Indonesia

Dalam berkomunikasi sering kali kita menemukan penggunaan kata yang terdengar mirip, kata yang tulisannya sama, atau kata yang tulisan sekaligus terdengar mirip. Hal itu tentu cukup merepotkan bagi kita, apalagi orang yang baru belajar bahasa. Jika kita tidak ngeh atau tidak cermat dengan konteks pembicaraan, boleh jadi kita mendapat malu. Misalnya, ketika teman kita berkata “Anakku sudah balig” kemudian kita meresponsnya “Baru saja saya lihat anakmu di ruangan”, tentunya telah terjadi salah paham. Yang dimaksud sebenarnya adalah balig yang bermakna ‘cukup umur’, tetapi kita mengira yang dimaksud adalah balik yang bermakna ‘kembali; pulang’. Memang, bunyi /k/ dan /g/ mempunyai perbedaan yang tipis ketika berada di akhir kata. Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya kita mengenal tiga konsep ini: homonim, homograf, dan homofon.

Homonim adalah kata-kata yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda. Perbedaan makna itu terjadi karena kata-kata itu berasal dari sumber yang berlainan. Misalnya, kata genting pada suasana genting dan kata genting pada genting rumah. Kata genting yang pertama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima, mempunyai makna ‘tegang; berbahaya (tt keadaan yang mungkin segera menimbulkan bencana perang dsb)’, sementara kata genting yang kedua bermakna ‘tutup atap rumah yang terbuat dari tanah liat yg dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya’. Berikut adalah contoh lain kata-kata yang berhomonim.

  • hak ‘milik; kepunyaan’
  • hak ‘telapak sepatu pada bagian tumit yang relatif tinggi’
  • rapat ‘hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang)’
  • rapat ‘pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu’
  • buku ‘lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong’
  • buku ‘tempat pertemuan dua ruas (jari, buluh, tebu)’
  • tanggal ‘terlepas (kelupas, lulus, lucut) lalu jatuh; luruh (tt daun, kulit, ular, dsb)’
  • tanggal ‘bilangan yg menyatakan hari yang ke berapa dalam bulan’
  • tawar ‘tidak ada rasanya, kurang asin, kurang sedap (tt makanan); hambar’
  • tawar ‘negosiasi yang terjadi dl transaksi jual beli
  • pasang ‘dua orang, laki-laki perempuan atau dua binatang, jantan betina’
  • pasang ‘naik (tt air laut atau sungai)’


Homograf adalah adalah kata-kata yang ejaannya sama, tetapi lafal dan maknanya berbeda. Misalnya, kata apel pada apel siaga dan kata apel pada apel merah. Kata apel yang pertama bermakna ‘wajib hadir dalam suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat’ dan kata apel yang kedua bermakna ‘buah pohon apel’. Dalam bahasa Indonesia, lafal huruf e pada umumnya menjadi pembeda pada kata-kata yang berhomograf, seperti yang terlihat dalam contoh berikut.

  • teras /tèras/ ‘tanah atau lantai yang agak ketinggian di depan rumah’
  • teras /têras/ ‘intisari; isi yang terutama; sesuatu yang terbaik; sesuatu yang terpenting’
  • seret /sèrèt/ ‘hela, tarik maju (barang yang dihela bergeser di tanah atau di air)’
  • seret /sêrêt/ ‘tidak lancar; tersendat-sendat’
  • per /pè/ ‘pegas’
  • per /pêr/ ‘tiap-tiap’
  • belok /bèlok/ ‘berkelok; berlekuk; bengkok’
  • belok /bêlok/ ‘besar dan lebar (tt mata)’
  • mental /mèntal/ ‘berhubungan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga’
  • mental /mêntal/  ‘terlempar kembali; berbalik arah’
  • tahu /tau/ ‘mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb)’
  • tahu /tahu/ ‘makanan dari kedelai putih yang digiling halus-halus, direbus, dan dicetak’


Sementara itu, homofon adalah kata-kata yang sama lafalnya sama, tetapi ejaan dan maknanya berbeda. Misalnya, kata bank dan bang atau tank dan tang. Lafal untuk unsur nk pada bank dan tank setara dengan unsur ng pada bang dan tang.  Kedua pasang kata itu pun maknanya berbeda. Kata bank bermakna ‘badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyakarat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang’, sedangkan bang bermakna ‘abang; kakak (laki-laki)’. Sementara itu, kata tank bermakna ‘mobil berlapis baja yang beroda-gigi yang bergerak (berputar) di atas roda rantai yang melingkari roda-roda giginya, dilengkapi dengan senjata berat dan dapat digerakkan berputar ke arah sasaran’, sedangkan tang bermakna ‘alat untuk menjepit (mencabut, memotong) paku dsb’. Berikut adalah beberapa contoh kata yang berhomofon.

  • sanksi ‘tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan’
  • sangsi ‘bimbang; ragu-ragu’
  • massa ‘sejumlah besar benda (zat dsb) yang dikumpulkan (disatukan) menjadi satu (atau kesatuan)’
  • masa ‘waktu; ketika; saat’
  • blog ‘catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja’
  • blok ‘deretan beberapa buah rumah yang tidak terpisah-pisah’
  • syarat ‘janji sebagai tuntutan atau permintaan yang harus dipenuhi’
  • sarat ‘penuh dan berat (karena berisi muatan atau karena banyak buahnya dsb)’
  • balig ‘cukup umur; akil balig’
  • balik ‘sisi sebelah belakang dari yang kita lihat’


See more from Daftar kata