Rsz id art1 header op

Kekayaan Warna Nusantara dari Bahasa Jawa, Minangkabau, dan Sunda

Warna merupakan elemen kehidupan yang tidak pernah luput dalam kehidupan manusia, terutama dalam budaya. Tidak hanya sebagai pemberi nuansa bagi seni, dan elemen terpenting seni; warna juga banyak mewakili simbol etnisitas dan identitas negara, daerah atau wilayah tertentu.

Purbasari, Marianto dan Burhan pada tahun 2016 dalam penelitiannya yang berjudul “The Dynamic of Betawi in Colors” dalam Jurnal Mudra, meneliti keunikan budaya Betawi dalam hal warna. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa masyarakat Betawi memiliki kodifikasi warna yang unik, yang mencerminkan filosofi kehidupan dan budaya khas Betawi. Betawi memiliki warna-warna tersendiri untuk membangun citra betawi yang khas, atau yang disebut sebagai “atmosfer kebetawian”, dalam setiap produk, desain, dan lingkungan tinggalnya.

Dalam laman daring Republika tanggal 24 September 2017 (http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/17/09/24/ows3cg335-jepang-memiliki-lampu-lalu-lintas-warna-biru) dilansir bahwa ternyata Jepang tidak mengenal warna hijau. Jepang merupakan negara yang memiliki lampu lalu lintas berwarna biru. Hal yang hampir sama halnya yang terjadi di Madura. Orang Madura juga menyebut warna hijau dengan sebutan biru. Menarik Bukan? Dan tahukah Anda, bahwa Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas ke Pulau Rote memiliki banyak ragam warna yang kaya, khas dan menarik?

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tercatat kurang lebih 70 bahasa daerah yang berkontribusi dalam menambah kosakata bahasa Indonesia. Tiga bahasa daerah yang memberikan sumbangsih kata terbanyak adalah bahasa Jawa, Minangkabau, dan Sunda. Dari tiga bahasa ini kita mendapatkan tambahan nama warna. Jadi, jumlah nama warna dalam bahasa Indonesia bukan lagi hanya 12, melainkan lebih dari itu.

Dari bahasa Jawa, kita mendapatkan tambahan tujuh nama warna, yaitu sebagai berikut:

No.
Nama Warna
Definisi dalam KBBI
1
abang
merah
2
cemani
hitam sama sekali (sampai ke tulang-tulangnya)
3
deragem
cokelat tua (tentang warna kuda)
4
merah beranang
merah membara
5
pareanom
warna hijau muda kekuning-kuningan
6
siwer
hitam kebiruan (tentang warna mata)
7
wilis
biru kehijau-hijauan; hijau tua

Dari tabel di atas, dapat kita lihat terdapat dua kata untuk menyatakan merah, yaitu abang dan merah beranang. Kita juga dapat melihat adanya penamaan khusus untuk warna yang sangat hitam, yaitu cemani.

Dari bahasa Minangkabau, kita mendapatkan tambahan lima nama warna, yaitu sebagai berikut:

No.
Nama Warna
Definisi dalam KBBI
1
bangkeh
warna putih pada kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tentang ayam)
2
ganih
putih (tentang kain)
3
kebelauan
kebiru-biruan
4
sirah
merah
5
tampus
kuning kemerah-merahan

Dari tabel di atas, dapat kita lihat bahwa di masyarakat Minangkabau, terdapat dua istilah khusus untuk menamai warna putih. Istilah yang pertama adalah bangkeh yang merujuk pada warna putih pada ayam. Istilah yang kedua adalah ganih yang mengacu pada warna putih pada kain.

Dari bahasa Sunda, kita mendapatkan tambahan tiga nama warna. Pertama adalah kata kayas yang didefinisikan ‘putih sedikit kemerah-merahan; merah muda’ di KBBI. Kedua, kata layung yang diartikan ‘kuning kemerah-merahan di langit pada saat matahari akan terbenam; mambang kuning’. Ketiga, kata paul yang merujuk pada warna biru.

Dari tiga bahasa daerah yang dibahas di sini, kita sudah mendapatkan tambahan 15 nama warna yang unik. Kekayaan nama warna dapat mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan kosakata, tetapi juga kekayaan budaya. Selayaknya sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga hati hidup di negara yang kaya ini.


See more from Daftar kata