Medical 20terms

Mengenal Istilah Medis dalam Bahasa Indonesia

Ketika kita berurusan dengan dokter, perawat, petugas apotek, ataupun petugas kesehatan masyarakat, banyak dari mereka yang berkomunikasi dengan kita menggunakan bahasa medis. Hal ini tidak hanya membingungkan, namun berpotensi menimbulkan salah paham. Konsekuensinya, pasien bisa saja tidak mencapai tujuan pengobatan.

Bertutur kata dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan bidang ilmu diyakini sebagai tantangan dalam semua profesi. Hanya saja bidang medis menanggung konsekuensi yang paling berat, karena pendidikan kesehatan masih belum populer di masyarakat kita sekarang ini. Istilah-istilah bidang kesehatan kalah pamor dibanding istilah-istilah dalam bidang hukum, ekonomi, atau politik yang muncul untuk mengedukasi masyarakat di koran atau televisi. Masyarakat masih ada yang tidak bisa membedakan hipertensi dengan obesitas, atau anemia (kurang darah) dengan hipotensi (tekanan darah rendah).

Mari kita mengenal istilah medis dimulai dari istilah yang sering kita dengar bila memiliki keluhan pada mata. Di sini kita akan berhadapan dengan istilah kornea, yang merupakan penyerapan kata cornea yang menurut KBBI5 (2016) berarti selaput mata yang tembus cahaya yang terdapat di bagian depan mata. Istilah lain adalah retina, yang sudah menjadi bahasa Indonesia dengan arti selaput jala mata.

Terkait dengan keluhan mata, hanya sedikit yang memiliki padanannya dalam bahasa Indonesia, sebut saja migren (sakit kepala sebelah), atau nausea (mual). Untuk istilah kelainan mata, ada beberapa yang diserap dari istilah aslinya seperti miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatis (kecembungan kornea tidak merata).

Untuk bagian alat bantu penglihatan, kita mengenal istilah-istilah yang sudah diterjemahkan atau diserap ke bahasa Indonesia, seperti kacamata (glasses), bingkai (frame), lensa kontak (contact lens), dan lensa progresif (progressive lens) yaitu lensa yang memuat plus dan minus dalam satu kacamata.

Berangkat ke istilah medis terkait penyakit atau gangguan, kita bisa menemukan hipertensi untuk hypertension, tekanan darah atau denyut jantung yang lebih tinggi daripada normal karena penyempitan pembuluh darah atau gangguan lain. diabetes melitus adalah terjemahan untuk diabetes mellitus, yang berarti gangguan metabolisme karbohidrat karena kelenjar pankreas tidak mampu menyekresi insulin yang cukup dengan gejala adanya gula dalam urine, turunnya  bobot badan, selalu haus dan lapar, dan banyak buang air kecil. Lalu ada osteoporosis untuk osteoporosis, yakni keadaan tulang yang menjadi keropos dan lapuk. Selanjutnya istilah leukemia (kanker darah), yang artinya penyakit akut atau menahun karena adanya satu tipe leukosit tidak matang yang berkembang biak secara ganas di dalam sumsum tulang atau kelenjar limfa, yang kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Lalu ada bronkitis untuk terjemahan dari bronchitis yang artinya radang cabang tenggorok. Berikutnya anemia (persis sama dengan aslinya, anemia) yang merupakan kekurangan kadar hemoglobin di dalam darah. Untuk penyakit yang menyerang bagian hati, kita mengenal sirosis yakni gangguan hati berupa pengerutan dan pengerasan yang disebabkan oleh konsumsi alkohol atau penyakit hepatitis. Kemudian ada servisitis,yakni radang yang mendadak (akut) atau menahun (kronik). Berikutnya stomatitis, yaitu peradangan mulut. Kemudian sinusitis, yang merupakan radang pada rongga di sekitar hidung. Dan terakhir kita mengenal strok (stroke) yaitu serangan otak, biasanya disertai dengan kelumpuhan.

Di bidang Ginekologi, kita mengenal tinggi fundus, yang merupakan jarak antara rahim dan tulang kelamin untuk mengukur usia kehamilan. Laparoskopi yang merupakan terjemahan laparoscopy, pemeriksaan rongga perut dengan peneropongan memakai alat melalui sayatan pada dinding perut setelah dilakukan pengisian dengan udara atau gas ke dalamnya. Istilah lain adalah ovulasi, yang diterjemahkan dari ovulation, terlepasnya sel telur dari indung telur (biasanya di antara hari ke-3 dan hari ke-17 sesudah haid). In vitro yang berarti dalam lingkungan buatan. Lalu ada kembar fraternal, yakni kembar yang berasal dari 2 atau lebih sel ovum yang berbeda dan tidak terjadi pembelahan pada ovum, sel-sel ovum tsb dibuahi oleh 2 atau lebih sel sperma yang berbeda. Kemudian ada istilah konsepsi yang berasal dari conception,percampuran antara inti sel jantan dan inti sel betina; pembuahan benih. Lalu ada palpasi dari palpation, pemeriksaan dengan cara meraba.

Beberapa istilah yang terkait tanda dan gejala adalah hematom untuk mengartikan pembekuan darah. Hipoksia untuk mengartikan kekurangan oksigen dalam tubuh. Pimple untuk mendefinisikan bintul kecil akibat jerawat.Takipnea untuk peningkatan frekuensi pernapasan. Lalu ada kejang, yaitu pengerutan otot yang berlebihan di luar kehendak. Dan urtikaria, ruam kulit yang menyebar dan gatal.

Selain itu, terdapat istilah medis yang berasal dari istilah dokter spesialis. Contohnya adalah kardiolog (cardiologist) yakni dokter ahli penyakit jantung. Uroginekolog untuk dokter spesialis saluran reproduksi dan kemih. Serta neurolog yang artinya dokter spesialis saraf.

Istilah medis lain yang umum adalah vaksinasi untuk terjemahan vaccination, yakni penanaman bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia atau binatang (dengan cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tsb. Sirkumsisi, pembuangan seluruh atau sebagian kulup penis. Kemudian ada tensi, desakan atau aliran darah dalam (tubuh); tekanan darah. Lalu ada terapi, usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit. Kemudian  tumor, yaitu bengkak sebagai akibat dari radang. Lalu ada istilah transplantasi, pemindahan jaringan atau organ tubuh manusia ke tempat (orang) lain. Berikutnya imunisasi, yaitu pengebalan terhadap penyakit. Lalu simtom, yaitu perubahan atau keadaan khusus kondisi tubuh yang menunjukkan tanda adanya suatu penyakit. Berikutnya ada istilah serum, barang yang serupa air yang terdapat di dalam cairan tubuh (seperti dalam darah, limfa) yang menjadi kental. Kemudian istilah alergi, yaitu keadaan sangat peka terhadap zat-zat tertentu.

Beberapa tujuan penyerapan atau terjemahan dari bahasa asing selain untuk memberikan padanan kata, memperkaya kosakata bahasa Indonesia, juga menambah kewibawaan bahasa dan kebanggaan menggunakannya. Kita memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan Bahasa Indonesia baik di forum akademis maupun di masyarakat awam. Tujuannya adalah keberhasilan komunikasi melalui adaptasi bahasa yang tepat agar pesan medis dan kesehatan diterima masyarakat awam sesuai dengan tujuannya.


See more from Daftar kata