Job 20application 20edited

Lima strategi untuk menaklukkan wawancara kerja

Wawancara kerja merupakan hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Padahal, wawancara kerja adalah langkah akhir untuk mendapatkan pekerjaan impian, setelah seleksi administrasi. Bertatap muka dengan pewawancara, menjawab pertanyaan dengan spontan, dan mengatur cara berbicara dengan baik, menjadi tantangan sendiri bagi pelamar untuk lolos wawancara kerja. Berikut ini lima strategi untuk menaklukkan wawancara kerja.

1. Temukan lokasi wawancara kerja sebelum hari H

Sebelum melakukan wawancara, hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui alamat lokasi diadakannya wawancara kerja. Carilah rute perjalanan menuju lokasi dengan menggunakan aplikasi, atau bertanyalah ke orang lain untuk mengetahui jalan terdekat dan ternyaman untuk sampai di sana. Lakukan survei lokasi maksimum satu hari sebelum hari dilakukannya wawancara. Pergilah ke lokasi untuk memastikan bahwa rute perjalanan Anda sudah benar dan lokasi kantor sudah tepat.

Mendatangi lokasi wawancara akan membantu Anda untuk bisa beradaptasi lebih cepat dari pelamar lainnya, sebab Anda sudah tahu situasi dan kondisi yang akan Anda hadapi. Mendatangi lokasi juga bisa meminimal keterlambatan. Perusahaan tentu menuntut profesionalisme kerja. Bagi mereka yang terlambat, pasti diberi label “tidak profesional”. Selama perjalanan Anda tidak bisa meramalkan cuaca, kemacetan, kecelakaan, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, usahakan untuk berangkat lebih awal.

2. Cari informasi mengenai perusahaan tempat anda akan bekerja

Beberapa pelamar kerja hanya melamar sesuai lowongan pekerjaan tanpa melihat latar belakang perusahaan. Mencari tahu informasi perusahaan tempat Anda akan bekerja adalah wajib hukumnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan mengenai pengetahuan Anda tentang perusahaan tersebut. Oleh karena itu, sebelum wawancara pastikan Anda telah tahu sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, dan produk atau layanan perusahaan tersebut. Pengetahuan mengenai perusahaan akan membantu Anda untuk menyamakan persepsi dengan pewawancara, sehingga bilamana Anda diberi pertanyaan sepele seperti, “apa yang Anda ketahui mengenai perusahaan kami?, perusahaan kami bergerak dalam bidang apa saja?, dsb.” Anda akan dengan tenang dan mudah untuk menjawabnya.

3. Tingkatkan rasa percaya diri Anda dengan penampilan yang baik

Pernyataan “Don’t judge people by the cover” tidak berlaku dalam wawancara kerja. Meskipun terlihat sepele, namun kerapian Anda merupakan simbol kesiapan dan kesungguhan Anda untuk bekerja dengan perusahaan yang akan Anda naungi. Usahakan untuk berpenampilan formal, bersih, dan rapi untuk memberikan kesan positif kepada pewawancara. Penampilan juga akan meningkatkan rasa percaya diri Anda dalam menghadapi berbagai situasi. Bayangkan jika Anda lupa untuk menyetrika pakaian Anda, atau pakaian Anda terlalu ketat sehingga membatasi gerak tubuh Anda. Dengan mengenakan baju yang nyaman, pikiran positif Anda akan mengalir dan mempermudah Anda dalam menjawab pertanyaan  pewawancara.

4. Jagalah sikap dan suara ketika wawancara

Wawancara kerja tidak sama dengan orasi sehingga tidak perlu menggebu-gebu. Aturlah suara Anda dengan baik selama mengikuti wawancara. Jangan menurunkan suara lebih rendah dari suara asli Anda, namun juga jangan berteriak. Sikap Anda dalam wawancara kerja biasanya akan terlihat dari gerak tubuh. Apakah Anda tipe orang yang manja, apakah Anda tipe orang yang tegas, dan apakah Anda orang yang siap kerja, semuanya dapat dilihat dari gerak tubuh. Kontrol gerak tubuh Anda dengan baik, jangan membuat gerak tubuh secara berlebihan namun juga jangan diam mematung. 

5. Hati-hati dengan Pertanyaan Jebakan

Wawancara kerja tentu tidak terlepas dari pertanyaan. Setiap jawaban yang keluar dari dalam mulut Anda adalah kunci bagi pewawancara untuk menerima atau menolak Anda. Jangan gelisah ketika menjawab pertanyaan apa pun dari pewawancara. Dalam wawancara kerja akan selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang penuh dengan jebakan. Berikut ini tiga contoh pertanyaan yang menjebak dan cara menjawabnya.

Pertama: “Apa kelebihan Anda?”. Untuk menghadapi pertanyaan seperti ini, pastikan Anda menjawab dengan positif berdasarkan kualifikasi Anda yang telah teruji. Berikan bukti yang mendukung kelebihan yang Anda sampaikan. Contoh: “Saya selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Ketika masih kuliah, saya tidak pernah terlambat dalam mengumpulkan tugas kuliah.”

Kedua: “Apa kekurangan Anda?”. Tidak ada manusia yang sempurna. Dengan demikian, Anda tetap harus menyebutkan kekurangan Anda, namun pastikan Anda juga menyampaikan usaha Anda untuk mengatasi kekurangan tersebut. Contoh: “Saya sering gugup ketika memberikan presentasi, namun saya telah berusaha mengatasi hal ini dengan lebih sering mempraktikkan di depan cermin, sebelum saya memberikan presentasi.”

Ketiga: “Berapa gaji yang Anda harapkan?”. Jika Anda masih baru masuk ke dunia kerja, alangkah baiknya jika Anda menyampaikan bahwa Anda akan mengikuti standar gaji yang berlaku di perusahaan tersebut. Jawaban pertanyaan ini sebenarnya dapat disiapkan dengan bertanya ke orang lain, kenalan atau kerabat Anda, yang bekerja di posisi dan perusahaan serupa. Selain itu, Anda juga bisa melihat standar gaji yang telah diterapkan di beberapa posisi dan perusahaan, melalui berbagai laman pekerjaan yang dapat diakses secara gratis.

Demikian lima strategi untuk menaklukkan wawancara kerja. Kuncinya adalah persiapan yang baik dan bertindak positif, maka Anda akan dapat memperoleh posisi yang Anda inginkan.


See more from Pekerjaan