Class1

Lulus Tepat Waktu? Bisa!

Kapan lulus? Kapan wisuda? Kapan ujian skripsi? Merupakan pertanyaan yang sering terdengar mengerikan bagi mahasiswa tingkat akhir perkuliahan. Berbagai alasan klasik dan ritmis selalu terngiang bilamana pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan.

Setiap mahasiswa pasti ingin lulus tepat waktu. Hanya saja mereka lupa kalau bangku perkuliahan tidak bisa disamaratakan dengan masa SMA. Suasana dan kondisi yang berbeda mengharuskan mahasiswa untuk berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) dalam menyelesaikan perkuliahan.

Mahasiswa yang terbiasa hidup santai dan kurang serius dalam berkuliah pasti mengalami kendala yang beragam, seperti mengulang kembali mata kuliah, hingga sanksi drop-out atau putus kuliah. Jadi, apa yang harus dilakukan agar bisa lulus tepat waktu? Berikut ini 5 kiat untuk lulus tepat waktu.

1. Kuliah karena minat dan niat

Kuliah bukan perkara sepele. Pikirkan kembali mengapa Anda kuliah. Jangan pernah ada pernyataan “kuliah nyasar” atau “kuliah tidak sesuai minat” atau bahkan, “kuliah karena disuruh orang tua”. Semua bidang ilmu memiliki kelebihan masing-masing. Jadi, apapun bidang ilmu yang sedang Anda ambil, Anda harus menunjukkan minat terhadap bidang ilmu tersebut. Selanjutnya, tanamkan niat untuk menggeluti bidang ilmu tersebut dengan baik.

2. Rencanakan mata kuliah dan jumlah sks per semester

Ingatlah bahwa, “otak encer tidak menjamin lulus tepat waktu”, jika salah merencanakan mata kuliah dan jumlah sks. Di setiap program studi selalu ada mata kuliah wajib dan minimal sks yang harus ditempuh untuk lulus. Anda harus tahu mana saja mata kuliah yang wajib diambil pada setiap semester. Anda juga harus menghitung berapa jumlah sks minimal yang harus ditempuh untuk lulus tepat waktu. Ingatlah bahwa kekurangan satu mata kuliah atau satu sks pun, Anda harus tetap menambah kuliah satu semester penuh. Jadi, sejak awal kuliah, rencanakan mata kuliah yang akan Anda ambil dan target minimal jumlah sks yang akan Anda ambil setiap semester.

3. Perilaku positif

Selalu tunjukkan perilaku positif di depan dosen, namun jangan bermuka dua atau cari muka. Buat dosen Anda mengenal Anda dengan cara selalu hadir dalam kuliah, mengerjakan semua tugas kuliah dengan baik, dan aktif dalam diskusi di kelas. Dosen memang bukan segalanya, hanya saja jika semakin dosen mengenal Anda, setidaknya ketika suatu saat nanti Anda membutuhkan bantuan dalam hal akademik, dosen tersebut akan mengingat perilaku positif Anda dan akan senang membantu Anda.

4. Tugasku adalah sahabatku

Ketika kuliah, Anda mungkin akan mendengarkan pernyataan berikut: “Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya, tetapi dosen selalu memberi ujian melebihi batas kemampuan mahasiswanya”. Betul atau tidaknya pernyataan ini, tergantung Anda sendiri. Berikan perhatian terhadap materi kuliah dan luangkan waktu untuk belajar, niscaya pernyataan itu akan berubah menjadi, “dosen selalu memberi ujian untuk mengasah kemampuan mahasiswanya”. Tugas kuliah harus kita anggap sebagai sahabat, sehingga kita akan dengan senang hati meluangkan banyak waktu untuk bersamanya, yaitu mengerjakannya.

5. Tugas Akhir oh Tugas Akhir, Jangan Takut

Tugas akhir perkuliahan (skripsi, tesis, atau disertasi) sering kali menjadi momok mahasiswa. Banyak mahasiswa yang putus asa ketika mengerjakan tugas akhir. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi, jika Anda mengikuti tiga saran berikut ini.

Pertama, pilih ide penelitian yang sesuai dengan minat dan kemampuan diri Anda. Saat ini sudah tersedia berbagai contoh skripsi, tesis, dan disertasi yang bisa menjadi rujukan untuk mendapatkan ide penelitian. Selain itu, bacalah berbagai artikel jurnal yang menulis topik yang Anda minati. Jika Anda menulis sesuatu yang Anda senangi atau minati, tentu Anda akan bisa fokus dalam mengerjakannya.

Kedua, rajinlah bertemu dengan dosen, sesibuk apa pun Anda maupun dosen Anda. Tunjukkanlah bahwa Anda memiliki kesungguhan untuk menyelesaikan tugas akhir tersebut. Dosen yang sibuk pasti akan melihat kesungguhan ini. Datanglah, temuilah dosen pembimbing dengan rajin. Ingatlah: “rajin pangkal cepat lulus.”

Ketiga,  jangan LDR atau Lelah Disiksa Revisi. Revisi tugas akhir biasanya tahap yang paling membuat frustrasi para mahasiswa. Belajarlah untuk sabar dan ikhlas menghadapi revisi. Jangan abaikan revisi lebih dari seminggu. Meninggalkan suatu revisi lebih dari seminggu, akan mengarah pada kebiasaan menunda konsultasi dan revisi selanjutnya.

“Tidak ada yang tidak bisa”, “tidak ada yang tidak mampu”, dan “tidak ada yang tidak mungkin”. Hadapi dan nikmati perjalanan kuliah dengan penuh kesungguhan.


See more from Pendidikan