Cilok

Makanan Indonesia: Kluwo, Anyang, dan Cilok

Rendang, nasi goreng, sate, merupakan makanan nusantara yang masuk dalam daftar 50 makanan terenak di dunia, dilansir oleh CNN, tanggal 12 Juli 2017.  Beberapa nama makanan khas Indonesia, contohnya satay (sate), gado-gado, dan tempeh telah dapat ditemukan di English Oxford Living Dictionaries (en.oxforddictionaries.com).

Dalam artikel ini dibahas tiga makanan Indonesia yang berasal dari tiga bahasa daerah yang memiliki cakupan besar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut Budiwiyanto dalam artikelnya yang berjudul “Kontribusi Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia” (http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1285), tiga bahasa daerah yang memiliki kontribusi tertinggi dalam KBBI adalah bahasa Jawa (30,54%), disusul dengan bahasa Minangkabau (25,59%) di urutan kedua, dan kemudian bahasa Sunda (6,14%) di urutan ketiga.

Tiga makanan yang mewakili masing-masing bahasa daerah tersebut adalah kluwo, anyang, dan cilok. Pencarian di google juga menunjukkan bahwa ketiga jenis makanan ini memiliki hasil yang sangat tinggi. Jadi, kemungkinan Anda sudah pernah mendengar nama makanan tersebut, namun belum mengetahui bahan-bahan, bentuk, dan berbagai hal unik yang berkaitan dengan makanan tersebut. Berikut ini penjelasannya.

Kluwo, makanan Jawa yang membumi

Manis dan gurih, begitulah dua kata yang menggambarkan makanan khas Jawa ini. Nama kluwo mungkin masih asing bagi masyarakat di dalam maupun di luar Jawa. Kluwo sebetulnya sama dengan kolak, yang menurut sejarahnya merupakan kudapan khas nusantara sejak zaman wali.

Kluwo atau kolak memiliki nilai filosofi yang tinggi, seperti yang dilansir dalam CNN Indonesia 27/06/2016. Bahan dari kluwo adalah ubi, yang sering disebut sebagai “telo pendem” oleh masyarakat Jawa. Telo pendem memiliki makna yang sangat luas yang artinya adalah memendam kemarahan dan mengubur kesalahan. Bahan kedua kluwo adalah santan, warna santan yang putih melambangkan suci dan bersih, yang memiliki arti memaafkan. Dan yang terakhir adalah gula merah. Manisnya gula merah mengisyaratkan mengenai ingatan kita terhadap Tuhan. Rasa manis itu adalah obat untuk menghilangkan rasa pahit atau keburukan atau segala tindak tanduk yang buruk.

Minangkabau tidak hanya rendang. Ada juga anyang

Anyang dalam KBBI didefinisikan sebagai urap. Anyang merupakan kulupan atau urapan khas Minangkabau yang sehat dan nikmat. Untuk membuat Anyang, siapkan saja bahan bakunya berupa daun singkong, bayam, kacang panjang dan kangkung yang direbus. Kemudian semuanya dibubuhi parutan kelapa yang dibumbui dengan cabe merah, cabe rawit, bawah merah, bawang putih, dan jeruk nipis. Rasanya yang gurih, manis, dan asin, membuat lidah kita bergoyang ketika memakan kudapan ini.

Cilok, kudapan lezat untuk semua usia

Cilok memiliki bentuk seperti bakso yang dibuat dari tepung kanji dan dihidangkan dengan ditusuk seperti satai. Cilok dapat ditemukan di berbagai daerah di pulau Jawa, namun sebenarnya cilok merupakan makanan yang berasal dari Sunda.

Dikutip dalam laman daring katalog wisata 2016, cilok adalah singkatan dari kata “aci dicolok”. Aci artinya tepung aci atau tepung kanji dalam Bahasa Sunda, dengan isi daging atau abon, yang cara masaknya direbus dibentuk seperti bakso kecil. Penyajian cilok ini  ditusuk dengan lidi atau dicolok dalam Bahasa Sunda. Penyajian cilok biasanya disertai dengan saus kacang yang dicampur dengan kecap; bisa juga dengan bubuk pedas atau dengan bubuk asin-gurih. Teksturnya yang kenyal dipadukan dengan bumbu kacang yang mantap membuat makanan ini menjadi favorit berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa.

See more from Budaya dan Masyarakat