Qualresearch

Melakukan Penelitian Kualitatif

Bagi penulis skripsi, tesis, atau disertasi, melakukan penelitian merupakan suatu yang bermanfaat dan menantang. Bermanfaat karena menyumbangkan pengetahuan ke bidang ilmu tertentu. Menantang karena memberikan kesempatan kepada penulis untuk membuktikan kemampuan intelektualnya. Serta yang paling penting, penulis karya ilmiah dapat diakui sebagai akademisi yang cemerlang di bidangnya. Salah satu pilihan pendekatan yang dapat dipilih ketika melakukan penelitian adalah pendekatan penelitian kualitatif.

Ada enam tahap dalam melakukan penelitian kualitatif.

1. Menentukan topik penelitian

Pada tahap ini, penulis harus menentukan topik yang berharga yang akan diteliti. Berikut ini beberapa pertimbangan baik tidaknya sebuah topik untuk diteliti oleh penulis.

  • Topik tersebut harus menarik;
  • Topik tersebut ingin diketahui secara mendalam;
  • Topik tersebut cocok dengan pengembangan profesi ke depan;
  • Topik tersebut mempunyai kontribusi terhadap perkembangan teori dan praktik saat ini;
  • Topik tersebut dapat diteliti; dan
  • Topik tersebut ada pijakan pondasi teori dan konsepnya.

Beberapa sumber yang bisa dirujuk untuk menentukan apakah suatu isu atau topik yang akan diteliti, sudah diteliti orang lain sebelum kita atau belum, adalah dengan cara berikut ini.

  • Menggunakan laman Google Scholar;
  • Mengunjungi basis data perpustakaan umum atau universtas (misalnya, Australian National University Digital Collection: https://digitalcollections.anu.edu.au/);
  • Mengunjungi laman jurnal-jurnal utama di bidang ilmu tersebut;
  • Membaca buku-buku hasil penelitian;
  • Membaca prosiding dari konferensi nasional dan internasional.

2. Merumuskan pertanyaan masalah

Pertanyaan masalah harus jelas, khusus, dan tidak multitafsir. Joseph A. Maxwell (2005) dalam buku yang berjudul Qualitative Research Design: An Interactive Approach menyebutkan tiga jenis pertanyaan dalam penelitian kualitatif yaitu:

  • Pertanyaan deskripsi. Pertanyaan jenis ini menanyakan apa yang sedang terjadi srta hubungannya dengan peristiwa dan perilaku yang dapat diamati.
  • Pertanyaan interpretatif. Pertanyaan jenis ini bertujuan untuk mengeksplor makna sesuatu, situasi, dan kondisi masyarakat;
  • Pertanyaan teori. Pertanyaan jenis ini bermaksud untuk menginvestigasi mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana hal tersebut dapat dijelaskan.

Berikut ini beberapa contoh pertanyaan deskriptif, interpretatif dan teori.

Pertanyaan deskriptif:

  • Jenis kosakata apa yang dibutuhkan oleh mahasiwa akuntansi?
  • Jenis kosakata apa yang umum digunakan dalam teks akuntansi?

Pertanyaan Interpretatif:

  • Mengapa mahasiswa mengalami kesulitan memahami teks akuntansi?
  • Mengapa kosakata penting untuk mempermudah mahasiswa memahami teks akuntansi yang ditulis dalam bahasa Inggris?

Pertanyaan Teori:

  • Bagaimana kosakata berkontribusi terhadap pemahaman teks akuntansi bagi mahasiswa?
  • Bagaimana pemerolehan kosakata yang dapat membantu mahasiswa memahami teks akuntansi?

3. Menuliskan latar belakang penelitian

Baik dalam proposal penelitian maupun laporan penelitian, penulis mesti menuliskan latar belakang penelitian dengan menggunakan dua moves yang disarankan oleh Swales (1990) dalam bukunya Genre analysis: English in academic and research settings. Kedua moves tersebut adalah sebagai berikut: Move 1: menentukan fokus penelitian dengan cara meninjau penelitian sebelumnya. Move 2: menunjukan ‘gap’ atau celah penelitian.

4. Mengembangkan dan Menyajikan Kajian Pustaka

Cresswell (2012) dalam bukunya Research design: qualitative & quantitative approaches menyebutkan bahwa “sebuah kajian pustaka merupakan ringkasan dari artikel jurnal, buku, dan dokumen lainnya yang menjelaskan kondisi yang lalu dan sekarang dari topik penelitian yang akan diteliti” (hal. 80). Menulis kajian pustaka suatu cara bagi penulis untuk menunjukan pengetahuannya tentang ranah penelitian tertentu.

Berikut ini beberapa langkah untuk menulis kajian pustaka:

  • Identifikasi kata kunci untuk mencari pustaka yang berkaitan.
  • Cari pustaka utama dengan mengacu ke kata kunci yang sudah diidentifikasi.
  • Baca dan baca kembali pustaka tersebut.
  • Evaluasi secara kritis dan pilih pustaka untuk direviu.
  • Susun pustaka yang sudah dipilih dengan menuliskan abstrak atau ringkasan poin utama dari pustaka tersebut.
  • Kembangkan kerangka konsep (bila perlu).

5. Memilih dan menyajikan metodologi penelitian

Dalam tahap ini penulis harus menuliskan konteks penelitian, di mana penelitian dilakukan; partisipan penelitian; desain penelitian, cara pengumpulan data, dan cara analisis data. Dalam penelitian kualitatif, banyak desain penelitian yang dapat dipilih berdasarkan masalah yang diteliti. Misalnya: Narrative inquiry, case study, ethnography, action research, survey, diary studies, discouse analysis, classroom research atau gabungan dari beberapa desain penelitian tersebut.

6. Mengolah, Menganalisis, dan Mendiskusikan Temuan Penelitian

Setelah data terkumpul, penulis harus mengolah data tersebut. Dalam penelitian kualitatif, data yang terkumpul biasanya dianalisis melalui lima langkah berikut ini:

  • Memberi kode data berdasarkan hasil temuan yang mencuat terhadap pertanyaan masalah
  • Merefleksi data dengan cara mengamati dengan seksama data yang sudah diberi kode tersebut.
  • Menampilkan data yang benar-benar penting dengan cara menguji kembali hasil temuan.
  • Mengelompokkan data yang mencuat sesuai pertanyaan masalah
  • Menarik simpulan dengan cara melihat secara seksama keseluruhan temuan penelitian dan menuliskan implikasi praktis dari penelitan tersebut dan usulan untuk penelitian selanjutnya.

See more from Penelitian