Cv wide

Menyusun Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup atau CV yang dirancang dan ditulis dengan baik menjadi hal yang penting ketika melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau instansi. Dokumen ini berfungsi untuk memperkenalkan diri dan meyakinkan perusahaan bahwa kita adalah kandidat yang dicari dan layak dipanggil ke tahap seleksi berikutnya.

CV juga merupakan kesan pertama seorang kandidat bagi perusahaan sehingga harus memberikan informasi yang jelas dan jujur. Selain itu, perusahaan biasanya menerima CV dan surat lamaran dalam jumlah yang sangat banyak. CV harus dibuat dengan profesional dan menarik agar pelamar menjadi kandidat unggulan dalam proses seleksi.


Format Penulisan

Penulisan sebuah CV pada umumnya mengikuti format dokumen bisnis atau profesional. Penulisan dan penjelasan kualifikasi bisa menggunakan poin-poin agar CV memiliki tampilan yang lebih terstruktur. Selain itu, sebuah CV sebaiknya tidak lebih dari dua halaman dan harus menggunakan tata huruf yang konsisten dan mudah dibaca.

Menulis sebuah CV bisa diawali dengan mencantumkan data pribadi. Data pribadi ini meliputi nama lengkap, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan alamat surel atau email. Tujuan penulisan data pribadi adalah untuk memudahkan perusahaan menghubungi kandidat yang lolos ke tahap seleksi selanjutnya.

Data pribadi bisa dilanjutkan dengan penulisan deskripsi diri. Deskripsi diri merupakan profil singkat yang menjelaskan karakter, pengalaman, dan keahlian kandidat yang berhubungan dengan pekerjaan yang diinginkan. Deskripsi diri sebaiknya berisi dua atau tiga kalimat dalam satu paragraf.

Selain itu, kita sebaiknya tidak menggunakan CV yang sama untuk setiap lowongan pekerjaan yang kita lamar. Dengan kata lain, kita harus mencari tahu informasi tentang perusahaan dan merangkai deskripsi diri dan kualifikasi dalam CV sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.


Kualifikasi yang Ditulis

Sebuah CV pada umumnya merangkum beberapa kualifikasi utama seorang kandidat. Kualifikasi utama ini meliputi pendidikan, pengalaman pekerjaan, prestasi, dan kemampuan lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang diinginkan.

Ketika menulis kualifikasi pendidikan, kandidat sebaiknya menyebutkan kualifikasi dua tingkat pendidikan terakhir dan nilai yang diperoleh. Misalnya, apabila kandidat merupakan lulusan S2, maka tingkat pendidikan yang bisa dicantumkan dalam CV adalah jurusan dan universitas pada saat kuliah S1 dan S2.

Jangan lupa untuk menuliskan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) karena biasanya lowongan pekerjaan akan menjadikan IPK minimal tertentu sebagai persyaratan seleksi. Selain itu, IPK juga dapat menjadi indikasi kemampuan individu dalam manajemen diri, tanggung jawab, dan mengatur waktu selama duduk di bangku kuliah.

Pengalaman pekerjaan dan prestasi menjadi kualifikasi berikutnya yang ditulis dalam CV. Apabila kandidat merupakan lulusan baru dan belum memiliki pengalaman kerja, maka prestasi dan pengalaman melakukan kegiatan sukarela dapat dituliskan dalam CV. Selain itu, pelamar juga bisa menuliskan keikutsertaannya dalam organisasi ketika masih menempuh pendidikan. Apabila prestasi, kegiatan sukarela, atau organisasi yang diikuti cukup banyak, maka yang ditulis dalam CV sebaiknya adalah pengalaman yang paling baru, signifikan, atau berhubungan erat dengan pekerjaan yang dilamar.

Jika kandidat sudah memiliki pengalaman kerja, maka deskripsi pekerjaan dan masa kerja sebaiknya ditulis dengan singkat dan jelas. Deskripsi pekerjaan dapat diawali dengan kata kerja yang menunjukkan aksi seperti mengajar, melatih, menulis, mengembangkan, memimpin, mengelola, dll. Kandidat yang memiliki banyak pengalaman kerja sebaiknya mencantumkan pekerjaan yang signifikan atau posisi di perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam masyarakat.

Selain pengalaman bekerja, kandidat juga bisa menuliskan pengalaman magang dalam CV. Magang dapat dinilai sebagai pengalaman kandidat dalam melakukan kolaborasi antara teori yang diperoleh di bangku pendidikan dengan realitas yang dihadapi di dunia kerja.

Kualifikasi terakhir yang dapat ditulis dalam CV adalah kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Kemampuan ini dapat berupa sertifikasi, pelatihan, atau tes internasional yang menunjukkan level kemampuan tertentu. Misalnya, seorang kandidat yang melamar sebagai penerjemah atau konsultan bahasa di sebuah perusahaan dapat melampirkan nilai IELTS, nilai TOEFL, atau sertifikat penerjemah bersumpah untuk menunjukkan kualifikasinya dalam bahasa Inggris.

CV menjadi alat pertama kita untuk mempromosikan kapasitas diri dan kecocokan terhadap pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan atau instansi. Kita sebaiknya merancang CV dengan baik dan mencantumkan informasi terbaru atau paling signifikan sehingga menjadi kandidat yang unggul dalam proses seleksi.


See more from Pekerjaan