Yogamed

Potret Yoga di Indonesia

Di jaman kuno, yoga diterima sebagai peradaban matamg yang belum ada tandingannya. Inti ajaran yoga saat itu adalah filosofi memahami diri melalui renungan terhadap pertanyan-pertanyaan tentang siapa saya, dari mana saya, apa yang harus saya lakukan terkait kehidupan di dunia. Makna kata yoga adalah penyatuan, yang bisa diinterpretasikan sebagai penyatuan dengan diri, alam, atau Tuhan.      

Ada beberapa perbedaan literature dalam menyebutkan kapan Yoga mulai muncul. Umumnya orang memahami Yoga sebagai ritual yang berasal dari India lima ribuan tahun yang lalu. Namun banyak sarjana barat yang meyakini yoga sudah hadir 500 tahun sebelum masehi, di masa hidupnya Sidharta Gautama, pendiri agama Budha. Sementara itu, pada pertengahan abad 19, para arkeolog menemukan temuan menakjubkan di lembah sungai Indus, di bawah reruntuhan kota-kota besar, Mohenjo Daro dan Harappa, yang dikenal dengan nama peradaban lembah sungai Indus. Diantaranya ditemukan ukiran tokoh menyerupai yogi (pelaku yoga) pada cap batu.

            Ada empat kategori besar dalam pembahasan sejarah yoga menurut Windratie dalam artikelnya yang dimuat di CNN Indonesia, 14 Oktober 2014. Empat kategori itu yakni Yoga Veda, Yoga Praklasik, Yoga Klasik, dan Yoga Posklasikal.

1. Yoga Veda

            Identik dengan mantra-mantra magis, yoga ini tertulis dalam Rig-Veda yang berarti kumpulan himne yang memuji kekuatan yang lebih tinggi. Pada yoga Veda, diajarkan menggabungkan dunia material dengan dunia roh yang tak terlihat. Jika berhasil, pelaku ritual akan memiliki sebuah daya lihat atau pengalaman realitas transendental.

2. Yoga Praklasikal

            Manifestasinya masih sama dengan yoga Veda, yang membedakan adalah ritual dilakukan di tengah hutan dengan jalan bertapa. Ajaran ini dijelaskan pada teks Sansekerta, yakni Brahmana dan Aranyaka. Brahmana menjelaskan himne Weda dan ritual di belakangnya, Aranyaka  menjelaskan ritual bertapa di pengasingan. Yoga jenis ini bisa dilacak di epos India, Ramayana dan Mahabharata.

3. Yoga Klasik

            Yoga ini disebut juga Raja Yoga, terdapat dalam sastra yoga berjudul Yoga Sutra yang ditulis oleh Patanjali. Tidak bisa dipastikan kapan Yoga Sutra ditulis, namun diperkirakan pada abad ke dua Masehi. Filosofi yang terkandung dalam Yoga klasik adalah setiap individu merupakan gabungan dari materi (prakriti) dan roh (purusha). Proses yoga dapat membawa proses perpisahan materi dan roh, agar memulihkan semangat dalam kemurnian mutlak.

4. Yoga posklasikal

Mengajarkan kesatuan sebagai akhir segalanya. bahwa kita semua adalah adalah sebuah aspek atau ekspresi dari satu hal dan realitas yang sama. Artinya manusis berasal dari sebuah hal serta punya realitas yang selalu sama atau tidak berbeda. Selama berabad-abad setelah masa ini muncul, yoga terus berkembang.  Berbeda dengan generasi sebelumnya, potensi tubuh mulai diselidiki. Mereka menyelidiki tentang keluar dari tubuh secara sadar, meninggalkan dunia di belakang dan bergabung dengan jiwa. Evolusi inilah yang pada akhirnya membawa kita mengenal yoga Hatha, yakni gerakan yoga bagi pemula, yang berfokus pada cara mengintegrasikan pernapasan.

Bagaimana Yoga masuk ke Indonesia?

            Berawal dari Chicago, Amerika, yoga modern berkembang melalui seorang yogi bernama Swami Viviekananda. Dengan visi membawa amanat gurunya untuk mengajarkan dan menyebarkan yoga, maka yoga semakin berkembang ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran Yoga dari India ke Indonesia disebarkan oleh Maha Rsi Agastya dari Kasi, Benares India. Seterusnya perkembangannya dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia, seperti: Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur), Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat), Kerajaan Kalingga  (Jawa Tengah), Kerajaan Sriwijaya (Sumatra), dsb.

Potret Yoga Saat Ini

            Hidup di kota besar menyebabkan warganya rentan mengalami permasalahan tekanan fisik dan mental. Yoga dianggap mampu menjawab permasalahan tekanan fisik dan mental bagi masyarakat di kota-kota besar di Indonesia. Tidak hanya di kalangan pekerja, kalangan pelajar juga terbiasa melakukan yoga sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Perkembangan di dunia penelitian kebugaran tubuh, juga membantu mengangkat yoga sebagai cara aman untuk menyembuhkan berbagai keluhan akibat stres, nyeri tulang belakang, memperbaiki postur tubuh akibat membawa perlengkapan sekolah yang banyak, kehamilan, pengencangan kulit wajah, dsb. Beberapa penelitian bahkan memaparkan bahwa Yoga memberi dampak positif terhadap pencapian hasil belajar dan pengendalian emosi anak.

            Animo yang besar ini menyebabkan banyak bermunculan kelas Yoga pada studio-studio kebugaran atau sanggar-sanggar senam. Dari sini juga terjadi perkembangan menjadi festival Yoga, maraknya kelas untuk menjadi instruktur Yoga, dan aneka materi penunjang pelaksanaan Yoga seperti kostum, karpet, bola, dsb.


See more from Budaya dan Masyarakat