Flowersfornouns

Nomina Jamak dalam Bahasa Indonesia

Pembentukan nomina jamak atau plural dalam bahasa Indonesia biasanya dilakukan dengan proses reduplikasi atau pengulangan. Reduplikasi adalah proses pengulangan elemen linguistik yang berupa kata dasar atau kata dasar dengan imbuhan. Dalam sistem penulisan bahasa Indonesia, kata yang mengalami reduplikasi akan diberi tanda penghubung (-), contohnya bunga-bunga.

Meskipun reduplikasi nomina atau kata benda akan menghasilkan bentuk jamak, nomina yang tidak mengalami reduplikasi tidak selalu diartikan memiliki bentuk tunggal. Nomina ini dapat diartikan memiliki bentuk jamak berdasarkan konteks dan penggunaannya. Selain itu, nomina dalam bahasa Indonesia juga tidak perlu diulang apabila jumlahnya sudah jelas banyak dalam pandangan umum, contohnya rambut, beras, air, dan udara.

Dalam pembentukan nomina jamak, bahasa Indonesia memiliki dua jenis reduplikasi, yakni reduplikasi sebagian dan total. Berikut penjelasan selengkapnya:

Reduplikasi Total

Reduplikasi total merupakan proses linguistik yang produktif. Dalam konteks nomina, reduplikasi total adalah pengulangan kata dasar dua kali dengan menggunakan tanda penghubung untuk membentuk nomina jamak, contohnya adalah rumah-rumah dan orang-orang.

Reduplikasi total biasanya juga melibatkan imbuhan berupa awalan dan akhiran yang dapat memengaruhi makna. Misalnya, nomina rumah dapat memiliki beberapa bentuk reduplikasi total: pengulangan kata dasar, pengulangan kata dasar dengan awalan, dan pengulangan kata dasar dengan awalan dan akhiran. Setiap bentuk reduplikasi total dari kata rumah ini memiliki arti yang berbeda, yakni rumah-rumah (banyak rumah), rumah-rumahan (permainan anak-anak yang menirukan keadaan atau kegiatan di rumah), dan perumahan-perumahan (kawasan-kawasan yang meliputi kumpulan rumah penduduk).

Reduplikasi Sebagian

Meskipun sebagian besar nomina mengalami reduplikasi total, beberapa nomina dalam bahasa Indonesia memiliki bentuk reduplikasi sebagian, antara lain pohon – pepohonan, rumput – rerumputan, daun – dedaunan, dan batu – bebatuan. Reduplikasi sebagian adalah proses penambahan awalan tertentu dan akhiran -an pada nomina yang dibentuk jamak.

Apabila kita cermati, awalan yang ditambahkan dalam reduplikasi sebagian merupakan huruf konsonan pertama dari kata dasar yang kemudian diikuti dengan huruf vokal e, misalnya imbuhan pe- yang menjadi awalan pohon dalam reduplikasi sebagian pepohonan.

Yang perlu diingat adalah reduplikasi sebagian dalam bahasa Indonesia bukan merupakan proses linguistik yang produktif. Dengan kata lain, pembentukan reduplikasi sebagian hanya terjadi pada nomina tertentu dan tidak berlaku pada nomina lainnya. Apabila kita berupaya melakukan kaidah reduplikasi sebagian pada nomina lain, maka akan terjadi bentuk yang tidak layak, misalnya burung menjadi beburungan*.

Akan tetapi, nomina yang memiliki bentuk reduplikasi sebagian biasanya juga memiliki bentuk reduplikasi total. Maka dari itu, kita juga bisa menemui dan menggunakan bentuk-bentuk jamak sebagai berikut: pohon-pohon, rumput-rumput, daun-daun, dan batu-batu.

Reduplikasi Bentuk Lain

Selain reduplikasi sebagian, reduplikasi dalam bahasa Indonesia yang tidak produktif juga meliputi pengulangan kata dasar yang menunjukkan perubahan huruf konsonan atau vokal. Pengulangan nomina dengan perubahan huruf konsonan antara lain sayur menjadi sayur-mayur dan lauk menjadi lauk-pauk.

Pengulangan nomina dengan perubahan huruf vokal meliputi: gerak menjadi gerak-gerik, warna menjadi warna-warni, dan desus (tiruan bunyi orang berbisik) menjadi desas-desus. Tidak hanya bentuk jamak, reduplikasi dengan perubahan huruf vokal juga dapat memiliki makna lain, misalnya gerak-gerik dapat juga diartikan sebagai perangai atau perilaku, dan desas-desus yang berarti berita angin atau kabar burung.

Kita juga perlu mengingat bahwa beberapa nomina dalam bahasa Indonesia sudah memiliki kata dasar dengan bentuk reduplikasi, misalnya kura-kura, kupu-kupu, alang-alang, dan baling-baling. Apabila ingin menekankan bentuk jamak dari golongan kata dasar ini, kita bisa menambahkan kata banyak, misalnya banyak kupu-kupu dan banyak baling-baling.

Reduplikasi memiliki peranan yang besar dalam pembentukan nomina jamak dalam bahasa Indonesia. Meskipun kadang terlihat kompleks, bentuk reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: reduplikasi total, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi bentuk lainn. Reduplikasi pada umumnya diterapkan pada nomina untuk memberikan penekanan jumlahnya yang banyak.


See more from Kelas kata