Puzzle

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Preposisi

Dalam bahasa Indonesia, preposisi terletak di depan nomina, adjektiva, dan adverbia sehingga membentuk frasa preposisional. Preposisi berfungsi sebagai penanda hubungan makna antara konstituen di depan preposisi itu dan konstituen di belakangnya. Preposisi berfungsi sebagai penanda hubungan 1) tempat, 2) peruntukan, 3) sebab, 4) kesertaan atau cara, 5) pelaku, 6) waktu, 7) ihwal (peristiwa), dan 8) milik.

Bagi sebagian besar pemelajar bahasa, peposisi merupakan salah satu hal yang cukup menyulitkan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kita sering menemukan kesalahan pemakaian atau penulisannya. Berikut adalah beberapa kesalahan umum dalam pemakaian preposisi.


Preposisi tunggal yang ditulis serangkai

Preposisi tunggal seharusnya tidak ditulis serangkai. Pada umumnya kesalahan terjadi karena kerancuan berpikir dengan cara penulisan prefiks. Berikut adalah dua belas kesalahan terlazim yang ditemukan dalam korpus Leipzig.

  • di mana : Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung.
  • di atas : Dari uraian diatas, didapat kesimpulan sebagai berikut.
  • di sini : Berkas itu bisa diunduh disini.
  • di bawah : Tiket itu dijual dibawah harga resmi.
  • di antara : Kita harus memilih salah satu diantara kedua hal itu.
  • di dalam : Mereka menjalin kerja sama didalam bidang teknologi informasi.
  • di sana : Keberadaan listrik disana sangat memprihatinkan.
  • ke dalam : Ia terhempas kedalam jurang.
  • di luar : Ia sedang diluar rumah.
  • ke depan : Kedepan pembinaan pemain muda menjadi prioritas.
  • di samping : Kacang tanah, disamping merupakan komoditas olahan, juga memiliki nilai gizi yang tinggi.
  • ke mana : Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi.


Preposisi gabungan yang ditulis terpisah

Pada umumnya preposisi ganda ditulis terpisah, kecuali daripada dan kepada. Preposisi daripada sering ditulis terpisah, seperti dalam contoh berikut.

  • Lebih baik menunggu orang yang tepat dari pada menghabiskan waktu bersama orang yang salah
  • Hati yang menerima apa adanya itu lebih luas dari pada laut.


Penggunaan preposisi daripada selain untuk menyatakan perbandingan

Kata daripada hanya digunakan untuk menyatakan perbandingan dan tidak digunakan untuk menyatakan milik, menyatakan asal, atau menghubungkan verba dengan unsur yang mengikutinya. Berikut adalah beberapa contoh pemakaian yang keliru.

1
a.
*Kalau digelar tanpa kejujuran dan keadilan, bahkan dengan kecurangan yang nyata, itu bisa menjadi pencetus daripada persoalan.

b.
Kalau digelar tanpa kejujuran dan keadilan, bahkan dengan kecurangan yang nyata, itu bisa menjadi pencetus persoalan.



2
a.
*Persoalan sandang-pangan tidak dapat kita pisahkan daripada persoalan distribusi dan pengangkutan.

b.
Persoalan sandang-pangan tidak dapat kita pisahkan dari persoalan distribusi dan pengangkutan

 

Preposisi yang dilesapkan

Dalam bahasa Indonesia terdapat verba taktransitif yang memerlukan pelengkap berupa frasa preposisional, seperti berbicara tentang, sesuai dengan, dan bergantung pada. Preposisi yang mengawali pelengkap itu umumnya bersifat tetap. Preposisi tersebut sering dilesapkan dalam pemakaiannya, seperti dalam contoh berikut.

1
a.
*Selama ini, katanya, yang dilakukan sudah sesuai aturan.

b.
Selama ini, katanya, yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan.



2
a.
*Kita tidak sedang berbicara jumlah.

b.
Kita tidak sedang berbicara tentang jumlah.



3
a.
*Kecepatan perambatan gelombang bergantung kedalaman dasar laut.

b.
Kecepatan perambatan gelombang bergantung pada kedalaman dasar laut.



4
a.
*Roy teringat kata-kata Bram.

b.
Roy teringat akan kata-kata Bram.



5
a.
*Saya bertemu tetangga saya.

b.
Saya bertemu dengan tetangga saya.


Preposisi yang digunakan setelah verba transitif

Dalam bahasa Indonesia, verba transitif tidak diikuti oleh preposisi. Namun, orang sering memakai bentuk transitif dengan meyertakan preposisi.

1
a.
*Saya tidak mengetahui tentang informasi itu.

b.
Saya tidak mengetahui informasi itu.

c.
Saya tidak tahu tentang informasi itu.



2
a.
*Kami belum mendiskusikan tentang masalah itu.

b.
Kami belum membicarakan masalah itu.

c.
Kami belum berbicara tentang masalah itu.


See more from Kelas kata