Scientific 20review

Menulis Tinjauan Pustaka dalam Karya Ilmiah: Apa, Mengapa dan Bagaimana

Tinjauan pustaka bukanlah proses meringkas setiap artikel yang telah ditinjau oleh seorang penulis karya ilmiah. Tinjauan pustaka dilakukan dengan cara membuat analisis kritis hubungan antara artikel-artikel jurnal dari karya para peneliti sebelumnya, dan hubungannya dengan riset si peneliti itu sendiri. Tinjauan pustaka dapat ditulis secara terpisah atau menjadi satu artikel tersendiri, atau dapat juga digunakan untuk menjadi kerangka teoritis atau rasional pada suatu penelitian. Tinjauan pustaka merupakan bagian dari proposal penelitian dan sering kali menjadi sebuah bab tersendiri dalam tesis atau disertasi. Secara umum, tujuan dari tinjauan pustaka adalah untuk menganalisis secara kritis bagian dari artikel jurnal melalui proses meringkas, mengklasifikasi dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya.

Dalam buku yang ditulis oleh Emi Emilia (2008, hal 158-170) yang berjudul Menulis Tesis dan Disertasi, dijelaskan beberapa fungsi kajian pustaka, unsur-unsur yang terdapat dalam kajian pustaka, dan proses menulis kajian pustaka.

Fungsi Tinjauan Pustaka

Menurut Thody (2006:89) dalam bukunya Writing and Presenting Research yang dikutip oleh Emilia (2008), daftar pustaka mencakup semua sumber kedua dari penelitian, misalnya film, audio, presentasi, kuliah, catatan harian yang ditulis tangan, arsip, peraturan perundangan, artifak, dan lain-lain. Fungsi dari tinjauan pustaka, hakekatnya, adalah menggunakan dan mengevaluasi penelitian orang lain, untuk mencari celah (gap). Dari celah tersebut akhirnya peneliti membuat tempat sendiri dalam bidang ilmu yang diteliti sehingga pembaca yakin bahwa peneliti tahu betul bidang penelitian atau topik yang sedang ditelitinya.

Secara lengkap fungsi tinjauan pustaka menurut para ahli yang dikutip di buku Emilia (2008) adalah sebagai berikut:

  • Memperlihakan kedalaman pengetahuan yang dimiliki oleh penulis, sehingga pembimbing atau editor jurnal nasional atau internasional akan mengetahui kepakaran yang dimiliki oleh peneliti tersebut.
  • Menunjukkan lama waktu yang sudah ditekuni oleh peneliti dalam topik yang ditelitinya. Karena hakekatnya, pustaka yang padat dan mutakhir menurut Pearce (2005) dalam bukunya How to Examine a Thesis merupakan bukti yang meyakinkan bahwa peneliti telah benar-benar serius mengkaji bidang penelitiannya dan menghabiskan waktu membaca topik di bidang penelitian tersebut.
  • Menunjukkan bahwa peneliti benar-benar paham secara komprehensif tentang teori yang digunakan dalam penelitiannya.
  • Mengapresiasi hasil karya orang lain dan memberikan penghargaan kepada para peneliti yang telah bekerja sebelum kita dan bahwa hasil karya mereka telah mengilhami cara berpikir kita.
  • Memutuskan bahwa penelitian kita asli atau untuk mengidentifikasi adanya celah dalam bidang yang kita teliti.
  • Membangun harapan dan keyakinan terhadap penelitian yang kita lakukan.
  • Menunjukkan gambaran umum bidang penelitian kita dan menghubungkan dengan situasi saat ini, untuk menunjukkan pentingnya masalah penelitian kita.
  • Memberikan contoh rancangan penelitian yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya dalam mencari jawaban terhadap permasalahan yang diteliti.

Unsur-unsur Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka yang memadai menurut Berkenkotter dan Huckin (1995) dan Pearce (2205) seperti yang dikutip Emilia (2008) harus berisikan (1) evaluasi dan kutipan tentang bidang yang diteliti, dan (2) usaha dari tinjauan pustaka itu untuk menghubungkan hasil karya yang ditinjau dengan penelitian itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini berarti, tinjauan pustaka yang memadai sebisa mungkin harus menunjukkan perbedaan atau kekurangan dari pustaka yang ditinjau. Banyak ahli mengatakan juga bahwa kutipan merupakan petunjuk apakah satu tulisan merupakan tulisan akademis atau populer dan merupakan bukti bahwa apakah penulis layak menjadi salah satu anggota komunitas akademi tertentu atau tidak. Ahli lain mengatakan bahwa dari tinjauan teori literasi kritis dan berpikir kritis, tinjauan pustaka merupakan indikasi apakah teks yang ditulis oleh peneliti bersifat analitis dan apakah argumen yang dibangun peneliti dalam teks tersebut sudah sangat kritis.

Salah satu kesulitan dalam menulis tinjauan pustaka adalah bagaimana menyeimbangkan secara tepat dan benar antara penggunaan kutipan karya orang lain dan komentar atau evaluasi dari peneliti. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita menulis pustaka secara berlebihan tanpa memikirkan dengan kritis apakah pustaka tersebut cocok dengan teori dan topik penelitian kita. Seharusnya saat seorang peneliti mengkaji pustaka yang dibacanya, ia harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut, pustaka itu : (1) Berkaitan dengan teori yang mendasari penelitian yang ditulisnya; (2) Menjelaskan dengan mantap apa yang menjadi aspek dari penelitian yang dilakukannya; (3) Sesuai dengan bidang penelitian yang akan kita laksanakan dan teori yang dipilih harus berkaitan dengan topik penelitian yang kita teliti; (4) Dalam mengutip atau memparafrasa, meringkas dan mensintesis karya orang lain, kita harus tidak lupa memberikan penghargaan dengan cara menyebutkan sumber yang kita kutip tersebut secara tepat; (5) Mengembangkan argumentasi yang kuat dan saling berkaitan secara rasional; dan (6) Menjelaskan konteks penelitian saat ini baik secara nasional, regional maupun internasional.

Proses Menulis Tinjauan Pustaka

Terdapat lima langkah dalam menulis tinjauan pustaka, yaitu sebagai berikut:

  1. Mencatat: Peneliti mencatat semua data yang terdapat dalam asal informasi misalnya: intisari, pengarang, tahun terbit, halaman, kota tempat diterbitkan, dan nama penerbitnya.
  2. Mengikhtisar: Peneliti harus memahami intisari makna isi buku atau sumber bacaaan yang bertalian dengan penelitian yang dilakukan. Mengikhtisar bertujuan untuk meringkas isi dari suatu pustaka.
  3. Mensintesis: Peneliti menyatukan dan membandingkan semua sumber bacaaan yang telah dikutip dalam klasifikasi topik yang relevan.
  4. Menganalisis secara umum: Peneliti memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil dengan tujuan agar terlihat hubungan yang jelas antara bagian-bagian tersebut. Contohnya analisis mengenai perkembangan isu topik penelitian tersebut dari waktu ke waktu, temuan penting yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, teknik pengumpulan data dan analisis data, temuan penting dari penelitian tersebut, dan apa yang membedakan penelitian sebelumnya dengan penelitan saat ini yang akan diteliti dari segi teori, konsep, metodologi atau empirik.
  5. Menganalisis secara tajam: Peneliti melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil karya penelitian sebelumnya dan juga hasil karya peneliti sendiri. Gunakan argumentasi yang kuat serta dukungan bukti-bukti data yang kuat saat mengkritik secara konstruktif.

See more from Tips penulisan