Shrug

Modalitas dalam Bahasa Indonesia

Dalam komunikasi kita sering dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk menunjukkan sikap pembicara terhadap suatu keadaan atau peristiwa, apakah itu berupa kemungkinan, izin, kemampuan, dan sebagainya. Peranti kebahasaan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah modalitas (modality).    

Dalam Dictionary of Language Teaching and Appplied Linguistics yang disusun oleh Richard, J.C & Schmidt  (2002: 335), istilah modal, modal verb, modal auxiliary, dan modality merujuk pada hal yang sama. Disebutkan bahwa modal verb adalah verba bantu yang menunjukkan sikap pembicara atau penulis terhadap keadaan atau peristiwa yang diungkapkan oleh verba lainnya.  Dalam bahasa Inggris, misalnya, yang termasuk dalam verba bantu adalah may, might, can, could, must, have to, will, would, shall, dan should. Verba bantu tersebut dapat berfungsi untuk menunjukkan kemungkinan, prediksi, izin, atau kemampuan.

Alwi (1990) menggunakan istilah modalitas untuk modal verb ‘verba modal’. KBBI mendefinisikan  Dalam disertasinya “Modalitas dalam Bahasa Indonesia”, ia membagi modalitas ke dalam empat kelompok, yaitu intensional, epistemik, deontik, dan dinamik.

 

Modalitas Intensional

Modalitas ini berkaitan dengan keinginan, harapan, ajakan dan pembiaran, serta permintaan. Keinginan terdiri atas empat kadar, yaitu keinginan, kemauan, maksud, dan keakanan. Kadar keinginan dapat diungkapkan oleh verba ingin dan berhasrat, seperti dalam kalimat berikut.

  • Kami ingin menyelesaikan masalah itu.
  • Ia berhasrat bertemu dengan ayah kandungnya.

Kadar kemauan dapat diungkapkan oleh verba mau, hendak, akan, bertekad, dan berketetapan, seperti dalam kalimat ini.

  • Ia mau berangkat ke Surabaya.
  • Mereka bertekad belajar sebaik-baiknya.

Kadar maksud dapat diungkapkan oleh verba mau, hendak, akan, dan bermaksud, seperti dalam kalimat berikut.

  • Para pekerja hendak menemui pemimpin mereka.
  • Kami bermaksud mempererat persahabatan.

Sementara itu, kadar keakanan dapat diungkapkan oleh verba-verba yang digunakan dalam kadar kemauan dan kadar maksud, seperti dalam kalimat berikut.

  • Dia akan menghadiri rapat itu.
  • Ibu hendak menyiapkan makan siang.

Harapan dapat diungkapkan oleh verba harap dan berdoa, seperti dalam contoh berikut.

  • Saya harap lulus ujian.
  • Sebelum berangkat,  mereka berdoa memohon keselamatan.

Ajakan dapat diungkapkan oleh verba ajak, mari, dan ayo, sedangkan pembiaran dapat diungkapkan oleh verba biar(lah) dan biarkan(lah). Kedua makna tersebut dapat dilihat dalam contoh berikut.

  • Jangan diam saja, ajak makan teman-temanmu!
  • Mari bergabung bersama kami.
  • Yang lalu biarlah berlalu, jangan diungkit-ungkit lagi.

Permintaan dapat diungkapkan dengan verba silakan, coba, sudilah, mohon, dan tolong. Contoh pemakaian verba tersebut dapat dilihat dalam kalimat berikut.

  •  Coba tebak isi kotak ini!
  • Mohon cantumkan nama dan alamat yang jelas.
  • Silakan hubungi narahubung kami.

Modalitas Epistemik

Modalitas ini berkaitan dengan kemungkinan, keteramalan, keharusan, dan kepastian. Makna kemungkinan dapat diungkapkan oleh verba dapat, bisa, bisa saja, bisa jadi, boleh, boleh saja, dan boleh jadi, seperti dalam contoh berikut.

  • Dia bisa saja menolak undangan itu.
  • Anak itu bisa meninggal jika tidak segera ditolong.
  • Mereka boleh jadi menutupi kejadian itu.

Keteramalan dapat diungkapkan oleh verba akan, diduga, dan dikira, seperti yang terlihat dalam contoh berikut.

  • Mereka tidak akan datang hari ini.
  • Peninggalan itu diduga berasal dari zaman prasejarah.
  • Saya dikira mengada-ada.

Keharusan dapat diungkapkan oleh verba harus, mesti, wajib, perlu, dan patut, seperti dalam kalimat di bawah ini.

  • Dia harus mengganti barang yang hilang  itu.
  • Kami perlu mengetahui kejadian yang sebenarnya.
  • Para pegawai patut mendapat penghargaan atas pengabdiannya.

Kepastian dapat diungkapkan oleh verba pasti, dipastikan, dan tentu, seperti dalam kalimat berikut.

  • Saya pasti mengirimkan pesanan itu tepat waktu.
  • Presiden dipastikan hadir dalam peresmian itu.
  • Dia tentu memerlukan dana itu sekarang.

Modalitas Deontik

Modalitas ini berkaitan dengan izin dan perintah. Modalitas yang mengandung makna izin dapat diungkapkan oleh verba boleh, dapat, dan bisa. Contoh penggunaan verba tersebut dapat dilihat dalam kalimat berikut.

  • Kalian boleh beristirahat sejenak.
  • Siapa pun bisa datang ke acara ini.
  • Ia dapat masuk ke ruangan itu sekarang.

Perintah dapat diungkapkan oleh verba wajib, mesti, harus, dan dilarang, seperti yang disajikan dalam contoh di bawah ini.

  • Pengendara sepeda motor wajib mengenakan helm.
  • Mereka mesti bertanggung jawab atas perbuatan itu.
  • Pengunjung dilarang merokok di ruangan ini.

Modalitas Dinamik

Modalitas ini berkaitan dengan kemampuan, biasanya diungkapkan dengan verba dapat, bisa, mampu, dan sanggup. Berikut ini adalah contoh pemakaian verba tersebut.

  • Saya tidak sanggup bekerja lagi.
  • Dia mampu menahan serangan lawan.
  • Mereka dapat membaca gerak tubuh.

See more from Kelas kata